|
27
10/2026
|
|
27
10/2026
|
Kategori : News and Stories / Author : admin Terbit : 27 October 2026 |
Lamandau, 30 September 2026 – Kabupaten Lamandau memiliki pot ensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat penelitian, konservasi, pendidikan, dan wisata alam berbasis keanekaragaman hayati. Kekayaan sumber daya alam, bentang alam hutan yang masih terjaga, serta keberadaannya sebagai bagian dari Lanskap Lower Schwaner menjadikan wilayah ini memiliki nilai strategis dalam mendukung pembangunan berkelanjutan yang sejalan dengan upaya perlindungan lingkungan.
Sebagai salah satu kabupaten di Kalimantan Tengah dengan luas wilayah sekitar 6.414 km², Lamandau merupakan habitat penting bagi orangutan dan banteng Kalimantan serta berbagai jenis flora-fauna lainnya. Wilayah ini berada di Lanskap Lower Schwaner seluas sekitar 1,6 juta hektar yang dikenal sebagai salah satu kawasan penting bagi konservasi keanekaragaman hayati di Pulau Kalimantan.
Dalam rangka mendorong pengembangan potensi tersebut, Yayasan Orangutan Indonesia (Yayorin) bekerja sama dengan Dinas Pariwisata (Dispar) menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) pada Rabu, 30 September 2026 , bertempat di Aula Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kabupaten Lamandau. Kegiatan ini menghadirkan Pemerintah Kabupaten Lamandau, perangkat daerah terkait, akademisi dan perguruan tinggi, sektor swasta, mitra pembangunan, serta para pemangku kepentingan lainnya.

Sejak tahun 2003, Yayorin telah aktif melaksanakan berbagai program penelitian, konservasi, pendidikan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Lamandau. Berbagai program tersebut dijalankan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, masyarakat, perguruan tinggi, serta mitra nasional dan internasional. Selain itu, keberadaan kamp penelitian Yayorin di Desa Nanga Matu menjadi salah satu infrastruktur penting yang mendukung kegiatan penelitian dan konservasi di wilayah Belantikan.
FGD ini bertujuan untuk membangun kesepahaman serta merumuskan arah pembangunan Kabupaten Lamandau sebagai pusat penelitian, konservasi, dan wisata alam berbasis keanekaragaman hayati. Adapun beberapa pokok pembahasan yang menjadi fokus diskusi meliputi:
Melalui diskusi yang berlangsung, para peserta sepakat bahwa pengembangan Kabupaten Lamandau perlu dilakukan melalui pendekatan kolaboratif yang mengintegrasikan penelitian, konservasi, jasa lingkungan, wisata berbasis konservasi, serta pengembangan usaha yang berkelanjutan. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara perlindungan keanekaragaman hayati dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai langkah tindak lanjut, para pihak mendorong dilakukannya penguatan data dasar dan kajian ilmiah, koordinasi lintas sektor yang berkelanjutan, implementasi model pengembangan yang sesuai dengan kondisi lokal, serta penjajakan strategi kemitraan untuk mendukung pelaksanaan peta jalan pengembangan Kabupaten Lamandau di masa mendatang.
Dengan dukungan dan komitmen seluruh pemangku kepentingan, Kabupaten Lamandau diharapkan dapat menjadi contoh pengembangan wilayah berbasis konservasi yang mampu mengintegrasikan perlindungan ekosistem, pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan lingkungan, dan pertumbuhan ekonomi hijau secara berkelanjutan.
#Lamandau #Yayorin #Konservasi #Orangutan #KeanekaragamanHayati #WisataAlam #Penelitian #LowerSchwaner
|
22
11/2023
|
|
29
07/2023
|
|
21
07/2023
|
|
28
06/2023
|
Copyright © 2020 Yayorin. All rights reserved.