|
11
04/2026
|
|
11
04/2026
|
Kategori : Berita dan Cerita / Publikasi / Author : admin Terbit : 11 April 2026 |
Yayasan Orangutan Indonesia (Yayorin) berkesempatan hadir dan berkontribusi dalam Lokakarya Penilaian Daftar Merah Nasional (NRLA) untuk Kera Kecil (Famili Hylobatidae) di Indonesia, yang berlangsung pada 31 Maret–3 April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 55 partisipan dari pemerintah, NGO, dan universitas, dengan tujuan untuk sharing informasi serta berbagi data perjumpaan owa dari berbagai daerah di Indonesia khususnya Sumatera, Kalimantan, dan Jawa.
Indonesia merupakan rumah bagi sembilan jenis owa, termasuk Hylobates moloch, Hylobates albibarbis, Hylobates muelleri, Hylobates funereus, Hylobates abotti, Hylobates lar, Hylobates klossii, Hylobates agilis, dan Symphalangus syndactylus. Jenis owa yang menjadi fokus pendataan di area kerja Yayorin adalah Hylobates albibarbis. Owa berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan tropis, namun populasiny menghadapi ancaman akibat degradasi habitat.

Sebagai lembaga yang aktif dalam pendataan keanekaragaman hayati, Yayorin membantu kontribusi data sebaran owa khususnya di Lanskap Lower Schwaner. Survei dan inventarisasi yang dilakukan pada 2022–2025 menunjukkan keberadaan jenis ini masih dijumpai di beberapa kawasan hutan Kalimantan Tengah, terutama di area dengan tutupan vegetasi baik dan tidak terfragmentasi. Lokasi yang tercatat meliputi hutan Kabupaten Lamandau, Lanskap Arut-Belantikan (Arabela), Seruyan Hulu, Sukamara–Lamandau, serta Tahura Bukit Benyawai–Bukit Selajaan. Data diperoleh melalui pengamatan langsung maupun deteksi suara (vocal call).
Dalam lokakarya ini, peserta melakukan simulasi menggunakan platform SRedList, pengumpulan data tiap spesies dan region, serta penyusunan data naratif. Harapannya, kegiatan ini menghasilkan draft penilaian Daftar Merah Nasional untuk sembilan jenis kera kecil di Indonesia, peta distribusi owa yang lebih komprehensif, serta rekomendasi kebijakan untuk integrasi ke dalam rencana aksi spesies dan strategi konservasi nasional.


Kehadiran Yayorin menegaskan komitmen kami, dalam mendukung upaya konservasi primata di Indonesia, termasuk owa. Melalui kolaborasi lintas sektor, hasil penilaian ini diharapkan menjadi dasar kebijakan yang lebih kuat untuk melindungi owa dan habitatnya, sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem hutan tropis Indonesia.
Terima Kasih!
𝗦𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗟𝗲𝘀𝘁𝗮𝗿𝗶!
𝗠𝗮𝗻𝘂𝘀𝗶𝗮 𝗣𝗲𝗿𝗹𝘂 𝗛𝘂𝘁𝗮𝗻, 𝗛𝘂𝘁𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗿𝗹𝘂 𝗢𝗿𝗮𝗻𝗴𝘂𝘁𝗮𝗻!
|
30
03/2026
|
|
30
03/2026
|
|
30
03/2026
|
|
15
10/2025
|
Yayorin (Yayasan Orangutan Indonesia) adalah organisasi non-pemerintah (LSM) yang kegiatan utamanya fokus pada penelitian, pendidikan, dan pelestarian orangutan, dan satwa liar lainnya, serta hutan hujan tropis sebagai habitat hidupnya.
Copyright © 2020 Yayorin. All rights reserved.