|
11
04/2026
|
|
17
04/2025
|
Kategori : Berita dan Cerita / Publikasi / Author : admin Terbit : 17 April 2025 |
Burung merupakan hewan kosmopolitan (dapat dijumpai dimana saja). Burung menjadi hewan yang sangat berperan penting dalam keseimbangan ekosistem. Terdapat sebanyak 1.836 jenis burung yang terdata di Indonesia tahun 2024 (Burung Indonesia, 2024). Untuk memudahkan identifikasi atau mengenali jenis burung yang ada, dikelompokkan menjadi 2 kategori yaitu jenis burung terestrial dan burung air.
Fun Learning Series #1 dilaksanakan dengan tujuan untuk mengenalkan jenis burung dan pentingnya konservasi burung melalui pengamatan langsung dan interaktif. Dengan serangkaian kegiatan yang diagendakan ini peserta dapat mempelajari dan merasakan secara langsung pentingnya burung di dalam suatu ekosistem.
Kegiatan ini diikuti oleh 15 peserta yang telah terdaftar dan berasal dari sekolah dengan tingkatan yang berbeda-beda, seperti SD-SMP-SMA. Beberapa dari peserta merupakan kader konservasi di sekolahnya, sehingga dengan adanya kegiatan ini, tidak hanya memberi semangat untuk mengenal keanekaragaman hayati terutama burung, namun juga dapat mendorong peserta untuk turut mengembangkan ilmu yang diperoleh ini di sekolahnya.
Fun Learning Series #1 dilaksanakan selama empat minggu dengan empat kali pertemuan, dua pertemuan merupakan awal untuk pengenalan dasar burung serta identifikasi jenis burung, sedangkan pertemuan ketiga dan keempat merupakan praktik lapang untuk mengenal jenis burung hutan dan burung air.
Pengenalan jenis burung hutan (8/3/2025) dilaksanakan di Kampung Konservasi Yayorin. Cuaca saat itu cenderung mendung, sehingga perjumpaan terhadap jenis burung tidaklah terlalu banyak. Adapun jenis yang tercatat yaitu Cucak Kutilang (Pycnonotus aurigaster), Burung Gereja (Gereja erasia), Walet (Collocalia sp.), Merbah Cerukcuk (Pycnonotus goiavier), dan Pentis Pelangi (Prionochilus percussus). Cuaca dan waktu pengamatan sangatlah berpengaruh terhadap perjumpaan jenis burung.
Pengenalan sekaligus praktik burung air (15/3/2025) dilaksanakan di Bendungan Tanjung Terantang. Dengan waktu tempuh 45 menit dari Kantor Yayorin, akses menuju lokasi ini cukuplah mudah. Bersama-sama kami menggunakan dua mobil menuju lokasi. Cuaca saat itu mendung dan sesekali hujan dengan intensitas sedang. Namun, hal ini tidak menyurutkan semangat peserta untuk melihat dan mencatat jenis burung air yang ada di lokasi pengamatan. Hasil catatan burung yang kami jumpai di lokasi ini di antaranya Kokokan Laut (Butorides striatus), Cucak Kutilang (Pycnonotus aurigaster), Tekukur Biasa (Streptopelia chinensis), Kerak Kerbau (Acridotheres tristis), Cabak Kelabu (Caprimulgus indicusi), Walet (Collocalia sp.), Perenjak Rawa (Prinia flaviventris).
Kesempatan untuk mengenal lebih dekat dengan alam seperti dalam kegiatan Fun Learning ini sangatlah perlu dilakukan untuk menggerakkan semangat anak muda mencintai dan turut beraksi melindungi lingkungan sekitar. Perubahan dapat dilakukan dari Langkah kecil, mengenal dan memahami bahwa sesuatu hal itu penting bagi hidup kita sudahlah cukup. Akan merasa kehilangan apabila kita tidak pernah menjumpainya sama sekali disekitar kita.
Nantikan keseruan Fun Learning Series lainnya dan jangan sampai tertinggal kesempatan belajar dan praktik di alam bersama Yayorin!
โSaya bisa mengenal burung lebih dekat dari pada sebelumnya. Tidak terpikirkan bahwa di Pangkalan Bun juga banyak jenis burung indah lain, umumnya saya hanya melihat merpati, gereja, dan perkutut. Namun sejak mengikuti Fun Learning series 1 โAvifaunaโ ini saya dapat mengenal lebih banyak burung terutama di Pangkalan Bun. Saya berharap dapat mengikuti kegiatan Fun Learning Series berikutnya dan mencoba mengajak teman agar semakin banyak relasi yang didapat selain ilmu yang menyenangkanโ – Rizki Firdaus Akbar (Peserta Fun Learning Series 1 dari SMAN 3 Pangkalan Bun)
๐ฆ๐ฎ๐น๐ฎ๐บ ๐๐ฒ๐๐๐ฎ๐ฟ๐ถ!
๐ ๐ฎ๐ป๐๐๐ถ๐ฎ ๐ฃ๐ฒ๐ฟ๐น๐ ๐๐๐๐ฎ๐ป, ๐๐๐๐ฎ๐ป ๐ฃ๐ฒ๐ฟ๐น๐ ๐ข๐ฟ๐ฎ๐ป๐ด๐๐๐ฎ๐ป!๐ฆง๐ฟ
|
30
03/2026
|
|
30
03/2026
|
Yayorin (Yayasan Orangutan Indonesia) adalah organisasi non-pemerintah (LSM) yang kegiatan utamanya fokus pada penelitian, pendidikan, dan pelestarian orangutan, dan satwa liar lainnya, serta hutan hujan tropis sebagai habitat hidupnya.
Copyright ยฉ 2020 Yayorin. All rights reserved.