Belajar Kehidupan Lewat Magang

Kamis November 9th, 2017 admin

Nama saya Reza Adam, saya adalah mahasiwa Universitas Darussalam Gontor (UNIDA) program studi Hubungan Internasional (HI). Saya adalah mahasiswa tingkat akhir, dan saya sedang menjalani penulisan skripsi, dan tentunya program magang bersama sahabat saya yang tinggi jangkung bernama Irfan Robani. Terkait tempat magang, saya memilih Yayorin karena memiliki fokus yang menarik dan sangat bersentuhan dengan program studi saya, yaitu Keamanan Lingkungan.

Yayorin (Yayasan Orangutan Indonesia), bertepatan pada tanggal 3 September 2017, saya melakukan program magang selama satu bulan dalam organisasi non-pemerintah yang memiliki visi preservasi hutan dan satwa liar untuk kehidupan sekarang dan masa yang akan datang. Pengalaman dan pelajaran yang sangat luar biasa saya dapatkan selama menjalani kehidupan di Yayorin. Tidak hanya ilmu lapangan saja yang diperoleh, melainkan pelajaran hidup tentang bagaimana memposisikan diri dalam masyarakat, terutama kita harus bisa bersikap dan menyikapi diri dalam tatanan sosial yang berbeda-beda.

  

Yayorin memiliki sebuah arena pembelajaran lingkungan hidup bernama Kampung Konservasi  yang menjadi tempat bagi semua orang untuk belajar tentang orangutan dan isu-isu lingkungan. Kegiatan seperti pendampingan ekstrakulikuler pecinta alam pada tingkat sekolah menengah atas dan pertama menjadi rutinitas mingguan yang berlangsung di Kampung Konservasi. Hal tersebut memberikan saya kesempatan untuk dapat berbagi pengalaman dalam kehidupan, tepatnya pengalaman dalam berorganisasi bersama anak-anak di sekolah.

Saya juga mendapatan kesempatan mengikuti program Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF), sebuah program pemberdayaan masyarakat untuk memanfaatkan kearifan lokal di daerah penyangga Suaka Margasatwa Sungai Lamandau (SMSL). Adapun keterlibatan kami dalam program ini adalah melakukan sosialisasi tentang isu perubahan iklim di Desa tanjung Putri, Desa Seberang Gajah, dan Desa Tanjung Terantang selama dua kali dalam seminggu. Dalam kesempatan emas ini, saya dapat mendengar dan merasakan secara langsung apa yang dirasakan oleh penduduk lokal terkait isu perubahan iklim. Semisal tentang pelarangan pembakaran hutan dan lahan yang mengakibatkan para petani tidak dapat menanam padi di ladangnya dengan cara bakar, ataupun dibajak karena kondisi tanah mereka yang gambut, namun mereka juga harus mencari nafkah untuk kehidupan sehari-hari.  Ilmu-ilmu pun banyak sekali didapatkan selama program ini, juga melengkapi kerangka keilmuan keamanan lingkungan terkait isu perubahan iklim yang diperoleh di bangku perkuliahan.

Selama satu bulan itu pula, saya secara begilir mengikuti pendampingan kelompok-kelompok masyarakat di berbagai desa. Salah satu kelompoknya adalah Kelompok Wanita Tani Mandiri, yang memang seluruh anggotanya adalah wanita yang berprofesi sebagai petani. Pendampingan yang kami ikuti adalah mendiskusikan program-program yang telah dibuat dan dilaksanakan oleh kelompok tersebut.

Salah satu Quotes yang selalu digaungkan oleh Yayorin adalah “Setiap Orang Adalah Guru, Setiap Tempat Adalah Sekolah”. Dari kata-kata ini saya menyadari bahwa semua orang adalah guru, dalam artian kita dapat mengambil banyak pelajaran dari segala sifat dari orang lain, memilah antara yang baik dan buruk. Sedangkan setiap tempat adalah sekolah, dimanapun itu, kita dapat mengambil pelajaran darinya seperti sekolahan.

Yayorin juga memiliki program Volunteer yang beranggotakan 16 orang. Sebagian besar dari anggota relawan tersebut berasal dari mahasiswa dan mahasiswi dari Universitas Antakusuma Pangkalan Bun. Mereka turut membantu secara seksama setiap program-program yang dilaksanakan Yayorin, khususnya pada bagian edukasi seperti pendampingan Klub Baca dan Yayorin Goes to School. Bersama dengan teman-teman relawan juga, saya berbagi ilmu dan bersama-sama belajar tentang pentingnya sebuah kebersamaan lewat kegiatan Ngopi Santai setiap hari Selasa di gazebo Yayorin.

Ayo! Bagi teman-teman yang sangat mencintai lingkungan, dan sadar akan pentingnya menjaga lingkungan, bermainlah ke Yayorin! Kita akan belajar dengan seksama tentang hakikat mahluk hidup seperti flora dan fauna, tentunya dengan bermain sambal belajar.

Our best regards

Reza Adam
M. Irfan Robani

Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Darussalam Gontor (UNIDA)