Yayorin
SHARE :

BELANTIKAN, SURGA BAGI TUMBUHAN RUMAH BAGI SATWA DAN KEHIDUPAN BAGI MANUSIA

10
07/2020
Kategori : News and Stories / Publications
Komentar : 0 komentar
Author : admin


BELANTIKAN, SURGA BAGI TUMBUHAN RUMAH BAGI SATWA DAN KEHIDUPAN BAGI MANUSIA

Berdasarkan letak geografis, kawasan hulu Belantikan berada pada 1 17’– 1 37’ LS dan 111 13’ – 111 37’ BT. Pada bagian utara terdapat jajaran Pegunungan Schwaner yang merupakan perbatasan dengan Propinsi Kalimantan Barat, sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Batang Kawa sedangkan sebelah timur berbatasan denganKecamatan Bulik Timur.Topografinya merupakan daerah-daerah perbukitan dengan kontur yang bergelombang, sementara di lembahnya mengalir sungai-sungai indah yang dihiasi riam-riam berarus cukup deras dan terdapat sopanan (salt lick) di dalam hutannya. Secara garis besar kawasan Belantikan memiliki struktur dan komposisi hutan yang didominasi oleh kelompok tumbuhan Dipterocarpaceae. Hutan yang ada memilikibermacam komunitas tumbuhan yang beranekaragam jenisnya, diantaranya komunitas tumbuhan hutan perbukitan, komunitas tumbuhan rawa, komunitas tumbuhan di ekosistem padang rumput dan semak, komunitas tumbuhan dari ekosistem riparian (tepi sungai).

Masyarakat penghuni hulu Belantikan adalah suku dayak Tomun dimana suku ini secara turun-temurun dan sejak dulu telah mendiami kawasan ini. Beberapa desa yang berada di hulu Belantikan adalah Desa Nanga Mantu, Bintang Mengalih, Kahingai. Jumlah KK di Desa Nanga Matu sebanyak 29 KK dengan jumlah penduduk 100 jiwa, di Desa Bintang Mengalih berjumlah 89 KK dengan jumlah penduduk 312 jiwa, sementara di Desa Kahingai 85 KK dengan jumlah penduduk 257 jiwa.

Wilayah Belantikan menyimpan bebagai jenis tumbuhan yang umum atau hanya dapat dijumpai di Kalimantan. Jenis-jenis tumbuhan yang terancam keberadaannya di wilayah lain di Indonesia masih dapat ditemui ditempat ini, seperti: Meranti, Tengkawang, Nyatoh dan Ulin. Belantikan adalah surga bagi satwa liar. Anda dapat mengunjungi beberapa sopanan (padang mineral) yang ada di wilayah ini dan melihat langsung satwa-satwa liar seperti banteng, rusa, kelasi, dan masih banyak lagi. Selain itu, Anda dapat melakukan pengamatan burung dan pengamatan satwa lain. Terdapat 239 jenis burung yang bisa ditemukan dan satwa lainnya seperti orangutan, owa-owa, bekantan, rusa dan katak. Kegiatan pengamatan satwa di malam hari juga dapat menjadi bagian dari perjalanan anda, ketika aktivitas beberapa jenis satwa (seperti Kukang atau Tarsius). Tradisi dan budaya yang unik masih melekat erat pada kehidupan sehari-hari masyarakat Dayak yang tinggal di kawasan ini. Pengunjung dapat menyaksikan atau berpartisipasi langsung dalam beberapa upacara ritual, seperti: upacara penyambutan tamu (benaik benaiki), pesta lumbung atau upacara.

Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar